Thursday, August 13, 2009

Berita Sedih

Ustaz Asri bin Ibrahim, penasyid kumpulan Rabbani, telah diberitakan meninggal dunia pagi ini. sewaktu menjalani pengambaran untuk Hari Raya/Ramdhan.

Al fatihah untuk Allahyarham, moga di tempatkan di kalangan orang-orang yang beriman dan dimasukkan ke jannah....diampunkan segala dosa dan dinilai dan diterima segala amalannya sepanjang usianya di dunia ini.

Bilakah giliran kita?

7 comments:

kuIna LadyInRed said...

hari kita entah esok entah lusa
moga kita bersedia..

KAKTINY said...

segalanya ketentuan Allah jua..
daripada-Nya kita datang... kepada-Nya kita kembali..

Al-Fatihah..

Kak Nora said...

Selalu juga ikuti wirid-wirid beliau di Astro Oasis dalam siaran Indahnya Iman, sbelum masuk waktu solat. Al Fatihah

Kopi Suam said...

Innalillah..al-Fatihaha. Semoga arwah ditempatkan ersama orang-orang beriman amin...

nyawa kita rapuh ibarat telur dihujung tanduk....

lupekanje said...

terima kasih saudara semua...

iina said...

Takziah.. betul tuh acik.. kita nie pun tggu masa ya kan

lupekanje said...

ntah esok, ntah lusa...ntah jap lagi...huhu.

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komen anda.

APAKAH YANG DICARI DALAM HIDUP YANG SINGKAT INI? HARTA? PANGKAT? KASIH SAYANG MANUSIA?

Blogging Community, Blogosphere, Free Blog Submissions, Blog Directory, Article Submissions, Blog Traffic

Setiap yang bermula, akan berakhir...
Setiap yang baru akan menjadi lama...
Setiap yang bertemu akan berpisah...
Kalau sudah begitu, apa gunanya kita mulakan...
kalau sudah begitu, apa gunanya kita memiliki yang baru..
kalau sudah begitu, apa perlunya kita bertemu...
Jika yang bermula, akan ada akhirnya...
Jika yang baru, akan menjadi lama sudahnya..
Jika yang bertemu, akan terpisah juga penghujungnya
yang entah di mana dan bila..
Detik permulaan, ketentuan Tuhan...
Detik pengakhiran, Takdirnya Tuhan..
Yang baru, Tuhan yang jadikan
Kelakkan usang, fitrahnya begitu..
Pertemuan, adalah keizinan Allah
Perpisahan jua... adalah ketetapan Allah
Siapalah kita.. hanya hamba...
yang tidak berdaya...
cuma merancang,
tapi selalu pincang,
cuma berakal,
kekadang hilang akal,
cuma berusaha
tanpaNya kita tk berdaya.
-KC-