Thursday, December 4, 2014

Hidup dan UjianNya

Kehidupan ini adalah satu pengembaraan. Sepanjang permusafiran ini, kita akan diuji dengan pelbagai ujian. Mudah-mudahan kita semua adalah hambaNya yang sabar dan bersyukur sentiasa.  Setiap kita pasti ada melalui ujian getir dalam kehidupan.  


Kehilangan orang tersayang (hidup atau mati), sakit, fitnah, anak, kemiskinan, ujian dengan masa, ujian hati, ujian dalam rumahtangga.  Ada orang, lagi diuji, lagi jauh dari Penciptanya.  Ada orang, ujian tambah mendekatkannya dengan Allah.  Jadilah golongan yang kedua itu.

Kegembiraan dalam kehidupan juga adalah ujian.  Apakah kegembiraan tambah mendekatkan kita dengan Allah, atau menjadikan kita lupakan pemberi kegembiraan itu? Hingga kita mengabaikan perintahNya?  Nikmat dunia itu sesungguhnya adalah ujian yang amat berat melainkan kita menjadi orang-orang yang bersyukur dan bertakwa.  

Yang pasti, setiap ujian itu ada hikmahNya. La Tahzan buat kita semua apabila menerima dugaan Allah.  Sekian, peringatan buat diri yang lupa dan yang lupa diri.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komen anda.

APAKAH YANG DICARI DALAM HIDUP YANG SINGKAT INI? HARTA? PANGKAT? KASIH SAYANG MANUSIA?

Blogging Community, Blogosphere, Free Blog Submissions, Blog Directory, Article Submissions, Blog Traffic

Setiap yang bermula, akan berakhir...
Setiap yang baru akan menjadi lama...
Setiap yang bertemu akan berpisah...
Kalau sudah begitu, apa gunanya kita mulakan...
kalau sudah begitu, apa gunanya kita memiliki yang baru..
kalau sudah begitu, apa perlunya kita bertemu...
Jika yang bermula, akan ada akhirnya...
Jika yang baru, akan menjadi lama sudahnya..
Jika yang bertemu, akan terpisah juga penghujungnya
yang entah di mana dan bila..
Detik permulaan, ketentuan Tuhan...
Detik pengakhiran, Takdirnya Tuhan..
Yang baru, Tuhan yang jadikan
Kelakkan usang, fitrahnya begitu..
Pertemuan, adalah keizinan Allah
Perpisahan jua... adalah ketetapan Allah
Siapalah kita.. hanya hamba...
yang tidak berdaya...
cuma merancang,
tapi selalu pincang,
cuma berakal,
kekadang hilang akal,
cuma berusaha
tanpaNya kita tk berdaya.
-KC-