Tuesday, January 17, 2012

Ubat Hati Yang Sedih

Salin dari buku La Tahzan yang ditulis oleh Dr. 'Aidh al-Qarni , semoga Allah merahmati beliau dan mereka yang berusaha menghasilkan buku ini dan mereka yang menyebarkan ilmu-ilmu di dalam buku ini

Yang Lalu Biar Berlalu. Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
lupekanje: Hmm... ok..saya tidak akan lagi bersedih utk membunuh semangat saya untuk menghadapi masa depan yang belum pasti.


Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis.
 
 
Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.





lupekanje : Sangat benar .. ayuh..kita bangun, jangan lagi bersedih, jangan lagi resah gelisah, jangan gundah gulana...


Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, sorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata?
lupekanje : errkk.. mana boleh camtu kan? No turning back ok...


Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
 
 
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
lupekanje : Tapi saya suka membaca kisah-kisah lama, buka lipatan buku catatan harian lama, untuk mencari kawan-kawan lama, menjejaki dan mengingati semula nama mereka, dan mengingati kenangan ketika bersama mereka untuk tujuan menyambung semua silaturrahim bersama mereka... dan untuk mendoakan mereka yang telah tiada....tak salah kan? :)


Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?" "Aku benci khayalan," jawab keledai.
lupekanje: see......keldai pun tak suka jiwang-jiwang, bekhayal2, mengenang2 nih... menumbuk tepung...menggergaji serbuk kayu? perbuatan yang sesia kan... pekejadahnye...? hmmm.. fikir, fikir.


Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puingpuing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!
lupekanje : Betul betul betul !!!


Kesimpulannya, jangan meratap bersedih mengenangkan perkara yang dah berlalu, kewujudan yang tiada lagi, kehilangan mereka atau barang yang pernah kita sayangi. Kerana kita tidak mahu menentang arus, kita tidak mahu jalan berundur. Kita tidak mahu membunuh semangat kita sendiri. Kita tidak akan membuang masa kita untuk berkhayal dan bersedih mengenang yang telah tiada.
 
 
Mengenang untuk teladan dan pengajaran, tidak salahkan? Yang dikatakan oleh Dr. 'Aidh al-Qarni dalam kitab ini adalah, mengenang yang mendatang kesedihan, kekecewaan, penyesalan atau kedukaan.
Kita mesti bergerak ke hadapan, bangun berdiri gagah untuk mengharungi hari ini...kerana hari ini adalah milik kita, sementara esok belum tahu ada... semalam, kemarin, kemarin dulu, semuanya telah tinggal dan kita letakkan di belakang. Jangan pandang belakang. Apa yang perlu kita lakukan, berusaha agar hari ini akan lebih baik dari hari yang telah kita tinggalkan. Akan lebih tabah, lebih sabar, lebih berjaya kita lepasi sebagai seorang hamba Allah, sebagai seorang anak, sebagai seorang isteri atau suami, sebagai seorang ibu atau bapa, sebagai seorang pekerja, sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang sahabat, sebagai seorang rakyat dalam sebuah negara.
 
 
Terima kasih Allah, kerana memberikan aku hari ini.

1 comments:

Anonymous said...

mkaseh....lpas bca
e ne htiqhu jd tnang sikit...mang camtu mghdaapi cubaan khan

APAKAH YANG DICARI DALAM HIDUP YANG SINGKAT INI? HARTA? PANGKAT? KASIH SAYANG MANUSIA?

Blogging Community, Blogosphere, Free Blog Submissions, Blog Directory, Article Submissions, Blog Traffic

Setiap yang bermula, akan berakhir...
Setiap yang baru akan menjadi lama...
Setiap yang bertemu akan berpisah...
Kalau sudah begitu, apa gunanya kita mulakan...
kalau sudah begitu, apa gunanya kita memiliki yang baru..
kalau sudah begitu, apa perlunya kita bertemu...
Jika yang bermula, akan ada akhirnya...
Jika yang baru, akan menjadi lama sudahnya..
Jika yang bertemu, akan terpisah juga penghujungnya
yang entah di mana dan bila..
Detik permulaan, ketentuan Tuhan...
Detik pengakhiran, Takdirnya Tuhan..
Yang baru, Tuhan yang jadikan
Kelakkan usang, fitrahnya begitu..
Pertemuan, adalah keizinan Allah
Perpisahan jua... adalah ketetapan Allah
Siapalah kita.. hanya hamba...
yang tidak berdaya...
cuma merancang,
tapi selalu pincang,
cuma berakal,
kekadang hilang akal,
cuma berusaha
tanpaNya kita tk berdaya.
-KC-